Senin, 02 Maret 2026

Harmoni Pengamanan dan Kearifan Lokal, Bukti Nyata Sinergi TNI-Polri Bersama Masyarakat

 


Gianyar – Tampaksiring, Senin (2/3/2026) Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan tampak mewarnai seputaran Jalan Raya Pejeng Kangin hingga Pejeng,  Ratusan krama Desa Adat Cagaan dan Desa Adat Tri Eka Cita melaksanakan tradisi Ngiring Ida Sesuhunan “lunga” menuju Pura Penataran Sasih Pejeng dalam rangka Piodalan Panca Wali Krama.

 

Guna memastikan kegiatan adat tersebut berjalan aman dan lancar, Babinsa Pejeng Kangin Koramil 1616-03/Tampaksiring, Koptu Putu Edi Susanto, bersama Babinsa Pejeng Serka I Wayan Riasa dan Bhabinkamtibmas Pejeng Kangin Aiptu I Made Sudiarta, bersinergi dengan anggota Polsek Tampaksiring serta Pecalang Adat Cagaan dan Tri Eka Cita melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas (turlalin) di sepanjang jalur yang dilalui iring-iringan.

 

Pengamanan difokuskan di titik-titik rawan kepadatan kendaraan mengingat prosesi melibatkan ratusan warga yang berjalan kaki mengiringi Ida Sesuhunan menuju Pura Penataran Sasih. Kehadiran aparat gabungan ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman, nyaman, sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas tanpa mengurangi kekhidmatan jalannya upacara.

 

Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Pejeng Kangin, Bendesa Adat Cagaan dan Tri Eka Cita, serta para Kelihan Adat dan Dinas dari kedua desa adat. Prosesi Ngiring Ida Sesuhunan merupakan wujud bhakti dan penghormatan umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus momentum mempererat tali persaudaraan antar-krama dalam menjaga warisan budaya leluhur.

 

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang secara humanis memberikan imbauan kepada pengguna jalan serta mengatur arus kendaraan secara bergantian. Koordinasi yang solid antar unsur pengamanan menjadi kunci suksesnya kegiatan, sehingga seluruh rangkaian prosesi dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa di Garda Terdepan, Satukan Keamanan dan Tradisi Demi Wilayah yang Kondusif

 


Gianyar – Tampaksiring, Senin (2/3/2026) Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan tampak mewarnai seputaran Jalan Raya Pejeng Kangin hingga Pejeng,  Ratusan krama Desa Adat Cagaan dan Desa Adat Tri Eka Cita melaksanakan tradisi Ngiring Ida Sesuhunan “lunga” menuju Pura Penataran Sasih Pejeng dalam rangka Piodalan Panca Wali Krama.

 

Guna memastikan kegiatan adat tersebut berjalan aman dan lancar, Babinsa Pejeng Kangin Koramil 1616-03/Tampaksiring, Koptu Putu Edi Susanto, bersama Babinsa Pejeng Serka I Wayan Riasa dan Bhabinkamtibmas Pejeng Kangin Aiptu I Made Sudiarta, bersinergi dengan anggota Polsek Tampaksiring serta Pecalang Adat Cagaan dan Tri Eka Cita melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas (turlalin) di sepanjang jalur yang dilalui iring-iringan.

 

Pengamanan difokuskan di titik-titik rawan kepadatan kendaraan mengingat prosesi melibatkan ratusan warga yang berjalan kaki mengiringi Ida Sesuhunan menuju Pura Penataran Sasih. Kehadiran aparat gabungan ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman, nyaman, sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas tanpa mengurangi kekhidmatan jalannya upacara.

 

Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Pejeng Kangin, Bendesa Adat Cagaan dan Tri Eka Cita, serta para Kelihan Adat dan Dinas dari kedua desa adat. Prosesi Ngiring Ida Sesuhunan merupakan wujud bhakti dan penghormatan umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus momentum mempererat tali persaudaraan antar-krama dalam menjaga warisan budaya leluhur.

 

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang secara humanis memberikan imbauan kepada pengguna jalan serta mengatur arus kendaraan secara bergantian. Koordinasi yang solid antar unsur pengamanan menjadi kunci suksesnya kegiatan, sehingga seluruh rangkaian prosesi dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Hadir di Tengah Adat, Wujud Komitmen TNI Jaga Stabilitas dan Budaya

 

Gianyar – Tampaksiring, Senin (2/3/2026) Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan tampak mewarnai seputaran Jalan Raya Pejeng Kangin hingga Pejeng,  Ratusan krama Desa Adat Cagaan dan Desa Adat Tri Eka Cita melaksanakan tradisi Ngiring Ida Sesuhunan “lunga” menuju Pura Penataran Sasih Pejeng dalam rangka Piodalan Panca Wali Krama.

 

Guna memastikan kegiatan adat tersebut berjalan aman dan lancar, Babinsa Pejeng Kangin Koramil 1616-03/Tampaksiring, Koptu Putu Edi Susanto, bersama Babinsa Pejeng Serka I Wayan Riasa dan Bhabinkamtibmas Pejeng Kangin Aiptu I Made Sudiarta, bersinergi dengan anggota Polsek Tampaksiring serta Pecalang Adat Cagaan dan Tri Eka Cita melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas (turlalin) di sepanjang jalur yang dilalui iring-iringan.

 

Pengamanan difokuskan di titik-titik rawan kepadatan kendaraan mengingat prosesi melibatkan ratusan warga yang berjalan kaki mengiringi Ida Sesuhunan menuju Pura Penataran Sasih. Kehadiran aparat gabungan ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman, nyaman, sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas tanpa mengurangi kekhidmatan jalannya upacara.

 

Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Pejeng Kangin, Bendesa Adat Cagaan dan Tri Eka Cita, serta para Kelihan Adat dan Dinas dari kedua desa adat. Prosesi Ngiring Ida Sesuhunan merupakan wujud bhakti dan penghormatan umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus momentum mempererat tali persaudaraan antar-krama dalam menjaga warisan budaya leluhur.

 

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang secara humanis memberikan imbauan kepada pengguna jalan serta mengatur arus kendaraan secara bergantian. Koordinasi yang solid antar unsur pengamanan menjadi kunci suksesnya kegiatan, sehingga seluruh rangkaian prosesi dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Sinergitas Tanpa Batas, TNI-Polri dan Unsur Adat Kokohkan Stabilitas di Tengah Pelestarian Budaya

 


Gianyar – Tampaksiring, Senin (2/3/2026) Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan tampak mewarnai seputaran Jalan Raya Pejeng Kangin hingga Pejeng,  Ratusan krama Desa Adat Cagaan dan Desa Adat Tri Eka Cita melaksanakan tradisi Ngiring Ida Sesuhunan “lunga” menuju Pura Penataran Sasih Pejeng dalam rangka Piodalan Panca Wali Krama.

 

Guna memastikan kegiatan adat tersebut berjalan aman dan lancar, Babinsa Pejeng Kangin Koramil 1616-03/Tampaksiring, Koptu Putu Edi Susanto, bersama Babinsa Pejeng Serka I Wayan Riasa dan Bhabinkamtibmas Pejeng Kangin Aiptu I Made Sudiarta, bersinergi dengan anggota Polsek Tampaksiring serta Pecalang Adat Cagaan dan Tri Eka Cita melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas (turlalin) di sepanjang jalur yang dilalui iring-iringan.

 

Pengamanan difokuskan di titik-titik rawan kepadatan kendaraan mengingat prosesi melibatkan ratusan warga yang berjalan kaki mengiringi Ida Sesuhunan menuju Pura Penataran Sasih. Kehadiran aparat gabungan ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman, nyaman, sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas tanpa mengurangi kekhidmatan jalannya upacara.

 

Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Pejeng Kangin, Bendesa Adat Cagaan dan Tri Eka Cita, serta para Kelihan Adat dan Dinas dari kedua desa adat. Prosesi Ngiring Ida Sesuhunan merupakan wujud bhakti dan penghormatan umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus momentum mempererat tali persaudaraan antar-krama dalam menjaga warisan budaya leluhur.

 

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang secara humanis memberikan imbauan kepada pengguna jalan serta mengatur arus kendaraan secara bergantian. Koordinasi yang solid antar unsur pengamanan menjadi kunci suksesnya kegiatan, sehingga seluruh rangkaian prosesi dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Kawal Sakralnya Ngerahuin Sesuhunan, Babinsa Pejeng Kawan Jaga Ketertiban Piodalan Kahyangan Tiga

  

Gianyar – Tampaksiring, Suasana religius dan penuh kekhidmatan terasa di kawasan Pura Dalem dan Kahyangan Tiga Desa Adat Pejeng Kawan, Senin (2/3/2026). Rangkaian prosesi Ngerahuin Ida Sesuhunan Pura Nataran Sasih menjadi momentum sakral yang menyatukan semangat bhakti masyarakat dalam menyambut Upacara Piodalan Kahyangan Tiga.

Dalam memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, Babinsa Desa Pejeng Kawan Koramil 1616-03/Tampaksiring, Serma I Ketut Yasa, bersama Bhabinkamtibmas Desa Pejeng Kawan dan Bendesa Adat Pejeng Kawan bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Pejeng Kawan melaksanakan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas. Kegiatan berlangsung di kawasan Pura Dalem Pejeng Kawan dan Pura Nataran Sasih, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Prosesi Ngerahuin atau menjemput Ida Sesuhunan Kahyangan Tiga menuju Pura Nataran Sasih merupakan bagian penting dalam rangkaian Piodalan yang puncaknya akan dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026. Tradisi ini memiliki makna spiritual mendalam sebagai simbol penyatuan dan penghormatan kepada manifestasi Tuhan yang berstana di masing-masing pura, sekaligus mempererat rasa kebersamaan krama adat dalam menjaga warisan leluhur.

Mengantisipasi meningkatnya mobilitas warga yang mengikuti prosesi lungguh (iring-iringan) Sesuhunan Kahyangan Tiga Pejeng Kawan menuju Pura Nataran Sasih, Babinsa bersama unsur terkait menempatkan personel di titik-titik strategis. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara humanis agar aktivitas masyarakat tetap lancar tanpa mengurangi kekhidmatan jalannya upacara.

Kehadiran Babinsa tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai wujud komitmen TNI dalam mendukung pelestarian budaya dan kearifan lokal di wilayah binaan. Kolaborasi erat antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bendesa Adat, dan Pecalang menjadi cerminan kuatnya sinergi antara aparat negara dan unsur adat dalam menjaga harmoni, keamanan, serta ketertiban masyarakat.

Dengan pengamanan dan koordinasi yang solid, rangkaian kegiatan Ngerahuin Ida Sesuhunan Kahyangan Tiga menuju Pura Nataran Sasih dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh makna spiritual, mempertegas semangat kebersamaan masyarakat Desa Adat Pejeng Kawan dalam melestarikan tradisi leluhur.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Harmoni Tradisi dan Keamanan, Babinsa Tampaksiring Dukung Kelancaran Prosesi Adat

 

Gianyar – Tampaksiring, Di tengah semarak persiapan Upacara Piodalan, suasana khusyuk menyelimuti Pura Dalem dan Kahyangan Tiga Desa Adat Patemon, Desa Pejeng Kelod, Senin (2/3/2026). Prosesi Ngerauhin menuju Pura Nataran Sasih menjadi momen sakral yang menyatukan krama dalam balutan adat dan spiritualitas yang kental.

Babinsa Desa Pejeng Kelod Koramil 1616-03/Tampaksiring, Kopda Wayan Sumantra, bersama Bhabinkamtibmas Desa Pejeng Kelod Aiptu I Wayan Umantara bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Patemon melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna mendukung kelancaran kegiatan. Pengamanan difokuskan di sekitar Pura Dalem Desa Adat Patemon hingga jalur yang dilalui iring-iringan menuju Pura Nataran Sasih, Kecamatan Tampaksiring.

Prosesi Ngerauhin merupakan bagian penting dalam rangkaian Piodalan Sesuhunan Kahyangan Tiga Desa Adat Patemon. Tradisi ini bermakna sebagai prosesi menjemput sekaligus mengiring Ida Sesuhunan “lunga” ke Pura Nataran Sasih, simbol penghormatan dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain bernilai spiritual, kegiatan ini juga mempererat rasa persaudaraan dan gotong royong antarwarga dalam menjaga adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.

Dengan jumlah warga yang cukup banyak mengikuti iring-iringan, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang sigap menempatkan diri di titik-titik rawan kemacetan. Pengaturan arus kendaraan dilakukan secara persuasif dan humanis agar mobilitas masyarakat tetap lancar tanpa mengganggu kekhidmatan prosesi.

Pendampingan Babinsa dalam kegiatan adat ini bukan hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pelestarian budaya dan kearifan lokal di wilayah binaan. Sinergi yang terjalin antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pecalang mencerminkan kuatnya kolaborasi antara aparat negara dan unsur adat dalam menjaga harmoni, keamanan, serta ketertiban masyarakat.

Berkat koordinasi yang solid, seluruh rangkaian Ngerauhin berjalan dengan lancar, aman, dan penuh khidmat, menjadi cerminan nyata kebersamaan masyarakat Desa Pejeng Kelod dalam menjaga tradisi leluhur.

(Pendim 1616/Gianyar)

Pengamanan Humanis Warnai Ngerauhin Ida Sesuunan Kahyangan Tiga Desa Adat Patemon

 

Gianyar – Tampaksiring, Di tengah semarak persiapan Upacara Piodalan, suasana khusyuk menyelimuti Pura Dalem dan Kahyangan Tiga Desa Adat Patemon, Desa Pejeng Kelod, Senin (2/3/2026). Prosesi Ngerauhin menuju Pura Nataran Sasih menjadi momen sakral yang menyatukan krama dalam balutan adat dan spiritualitas yang kental.

Babinsa Desa Pejeng Kelod Koramil 1616-03/Tampaksiring, Kopda Wayan Sumantra, bersama Bhabinkamtibmas Desa Pejeng Kelod Aiptu I Wayan Umantara bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Patemon melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna mendukung kelancaran kegiatan. Pengamanan difokuskan di sekitar Pura Dalem Desa Adat Patemon hingga jalur yang dilalui iring-iringan menuju Pura Nataran Sasih, Kecamatan Tampaksiring.

Prosesi Ngerauhin merupakan bagian penting dalam rangkaian Piodalan Sesuhunan Kahyangan Tiga Desa Adat Patemon. Tradisi ini bermakna sebagai prosesi menjemput sekaligus mengiring Ida Sesuhunan “lunga” ke Pura Nataran Sasih, simbol penghormatan dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain bernilai spiritual, kegiatan ini juga mempererat rasa persaudaraan dan gotong royong antarwarga dalam menjaga adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.

Dengan jumlah warga yang cukup banyak mengikuti iring-iringan, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang sigap menempatkan diri di titik-titik rawan kemacetan. Pengaturan arus kendaraan dilakukan secara persuasif dan humanis agar mobilitas masyarakat tetap lancar tanpa mengganggu kekhidmatan prosesi.

Pendampingan Babinsa dalam kegiatan adat ini bukan hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pelestarian budaya dan kearifan lokal di wilayah binaan. Sinergi yang terjalin antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pecalang mencerminkan kuatnya kolaborasi antara aparat negara dan unsur adat dalam menjaga harmoni, keamanan, serta ketertiban masyarakat.

Berkat koordinasi yang solid, seluruh rangkaian Ngerauhin berjalan dengan lancar, aman, dan penuh khidmat, menjadi cerminan nyata kebersamaan masyarakat Desa Pejeng Kelod dalam menjaga tradisi leluhur.

(Pendim 1616/Gianyar)